E LEARNING STAI MAFA
Oleh:
Ummy Luthfiyah
PRODI
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM MATHALI’UL FALAH
(STAI
MAFA)
TAHUN
2011/2012
A. Pendahuluan
Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat
kebutuhan akan suatu konsep dan
mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak
terelakkan lagi. Konsep yang kemuian terkenal dengan sebutan e learning ini
membawa pengaruh proses transformasi pendidikan konvensional kedalam bentuk
digital, baik secara isi (contens) dan sistemnya. Saat ini konsep e learning
sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya
implementasi e learning khususnya dilembaga pendidikan (sekolah dan
uneversitas). Beberapa perguruan tinggi
menyelengarakan kegiatan pembelajaran elektronik sebagai suplemen terhadap materi
pelajaran yang disajikan secara reguler dikelas . Namun, beberapa perguruan tinggi menyelenggarakan e
learning sebagai alternatif bagi mahasiswa yang karena satu dan lainnya
berhalangan mengikuti perkuliahan secara tatap muka. Sehubungan dengan
pemanfaatan e learning dalam pendidikan, dalam paper ini akan membahas tentang
e learning yang ada di STAIMAFA.
E-Learning merupakan suatu teknologi
pembelajaran yang yang relatif baru di Indonesia. Untuk menyederhanakan
istilah, maka electronic learning disingkat menjadi E-Learning. Kata ini
terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari‘electronica’
dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Secara umum e
learning yaitu system pembelajaran yang menggunakan alat-alat elektronik
baik kaset, video, microfon, computer
dan lain sebagainya. Dengan perkembangan tekhnologi informasi sekarang
ini, e learning mengalami penyempitan makna menjadi pembelajaran melalui
internet.
Terdapat aspek penting dari
E-Learning tersebut dari sudut tinjauan sebagai suatu strategi dan solusi
manajemen pengetahuan dan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang
cukup menarik dibedah dan ditelaah sebagai suatu alternatif daripada
pelatihan dan pembelajaran konvensional yang telah
dikenal masyarakat umum secara luas.
Ada isltilah banyak yang serupa dengan
e learning yaitu system learning atau pembelajaran jarak jauh. STAI MAFA
mengadopsi e learning kedalam sebuah web yaitu
learning manajemen system (LMS),
banyak kategori dari LMS tapi yang kita pakai di STAI MAFA ini adalah jenis
moodlel (Fitur ini gratis)/ learning
manajemen moodle (LMM).
Kalau di perguruan tinggi luar negri fungsi e learning yaitu mengganti
secara total pembelajaran di kelas. Tapi Konsep e learning yang ada di
STAI MAFA itu ada tiga fungsi:
©
Subtitusion (pengganti)
Ketika
pembelajaran di kelas tidak bisa dilaksanakan maka alternative
kedua bisa memakai e learning.
©
Komplemen (pelengkap)
Fungsi komplemen ini digunakan sebagai pelengkap
pembelajaran, jika dirasa pembelajaran yang dilakukan dikelas kurang.
©
Penguat
Tentang introfet dibagi menjadi tiga kolom yaitu kolom informasi, kolom
berita dan kolom unduh. Kalau ingin membuka lebih lanjut tentang e learning di STAI MAFA maka kita bisa mendaftar
terlebih dahulu . Ada banyak fitur bahasa dalam
e learning, tapi yang digunakan
dalam e learning STAI MAFA yaitu dua
bahasa saja, bahasa Indonesia dan
bahasa Inggri, bahasa
lain tidak diaktifkan. Untuk pembuatan
akun e learning STAI MAFA itu dibuat sendiri secara mandiri (personal). Cara
mendaftar e learning STAI MAFA caranya: klik di log in kemudian klik new account/ klik silahkan
daftar untuk jadi anggota baru. Setelah itu mengisi user name, paswor ( untuk pengisian password minimal 8 karakter),
e mail, nama depan, nama akhi, kota dan pilih
negara. Setelah semuanya selesai terisi
kemudian klik buat anggota baru. Setelah itu email yang ditulis, buka dan ada tulisan
konfirmasi kemudian ada link untuk klik, setelah itu baru bisa buka muddel atau
e learning. Untuk lebih jelasnya bisa mendownload buku panduan mahasiswa
tersedia di halaman depan. Tersedia pdf.failnya tersedia, atau kalau suka
online bisa bisa langsung dilayani oleh Puskom. Dan bisa alternatif lain dengan
cara kirim email di puskom@staimafa.co.id.
Perlu diketahui juga bahwa
seseorang mahasiswa harus mempunyai catatan kecil untuk mencatat akun-akun,
karena akun yang dibutuhkan banyak sekali misalnya digunakan untuk membuat
website, email, facebook, gmail, internet dan lain-lain. Didalam
elearning STAIMAFA selain diatas masih ada fitur lain
yang ada didalamnya. Fitur-fitur tersebut diantara salah satunya ada
forum niaga yaitu fitur yang digunakan untuk jual beli mahasiswa STAIMAFA.
Disamping itu, sesama mahasiswa bisa saling mengirim email.
Adapun langkah-langkah
untuk bergabung dalam mengikuti pembelajaran elearning STAIMAFA adalah sebagai
berikut:
v Sebelumnya
mendaftar dulu diperkuliahan yang ada
v Klik
materi kuliahnya, didalamnya ada banyak materi kuliah yang masing-masing materi
kuliah ada passwordnya yang hanya diketahui oleh dosen pengampu maeri kuliah
itu sendiri. Suspaya materi kuliah hanya dapat digunakan mahasiswa yang daftar
elearning out sendiri.
v Model
tugas dari dosen yaitu ada yang membaginya per tanggal atau per topic rata-rata
ada 16 topik. Tugas dari dosen seperti makalah, kemudian hasilnya bisa langsung
dilihat dari sana.
Ketika seorang mahasiswa tidak bisa
mengerjakan tugas dikelas, maka bisa digantikan lewat elearning. Akan tetapi
tidak sepenuhnya manggantikan secara total pembelajaran yang ada dikelas dengan
lewat elearning. Karena hal itu tergantung dosennya. Misalnya dapat dilakukan secara on line yaitu dalam
satu minggu secara on line atau satu minggu di ruang kelas. Pembelajaran
seperti ini dapat disebut blended Learning. Blended learning adalah perpaduan dari: teknologi multimedia, CD ROM
video streaming, kelas virtual, voicemail, email dan telefon conference,
animasi teks online dan video-streaming. Karena pembelajaran
demikian itu bisa dikatakan lebih aktif dan mampu menutupi kekurangan dari
e-learning.
Untuk perkembangan elearning STAIMAFA, sudah bisa dikatakan
maju, karena ada sebagaian dosen-dosen staimafa yang mempunyai elearning.
Adapun dosen-dosen STAIMAFA yang sementara ini melakukan e-learning adalah
sebagai berikut:
1. Bbk.
Dimyati, menggunakan tipe per topik
2. Ibu
Inayatul Ulya, salah satunya mengguanakan tipe topic yang mana ketika ada tugas
memberikan bentuk topik
Menegerial e learning di STAI MAFA: Pertama kali tidak ada perencanaan membuat
e learning, tapi setelah diadakan percobaan, otak atik webset ternyata e
learning bisa diaplikasikan di STAI MAFA, kemudian sekitar satu setengah tahun
yang lalu diadakan trening pioner dosen, dosen diproyek untuk mencoba e
learning per prodi diambil perwakilan 2 dosen, dan dilatih penggunaan e
learning . Dari hasil proyeksi yang lulus hanya 2 orang karena intensitas
penggunaan komputer kurang. Dosen dari PBA tidak ada yang lulus, banyak
kebingungan masalah bahasa. Karena tidak semua teks yang tampilkan belun
diterjemahkan ke dalam bahada indonesia
kira kira hanya 20 % saja. Semester
kedua ditambah pelatihan untuk dosen lagi. Semester ketiga mau diadakan
pelatihan lagi, finalisasi, sudah membuat buku panduan yang tebalnya 70
halaman, sudah jadi,foto kopy belum dibayar tapi untuk mencari waktu yang pas
(menjadwalkan waktu) belum ketemu dengan dosen yang ditunjuk yang pas dari
liburan semester tahun kemaren , karena banyak dosen STAI MAFA yang nyambi di
tempat lain. Jadi e learning ini sudah cukup dilaksanakan 2 dosen karena
pembelajaran di kelas kita masih berjalan efektif (hitung-hitungan secara
matematis).
Untuk menjalankan managerialnya/ sistem dipegang oleh puskom, tapi tanggung
jawab pembelajarannya adalah tanggung jawab dosen masing-masing. Jadi puskom tidak
berhak untuk menyuruh dosen untuk mengaktifkan e learningnya dan mengisikan
materi di sana. Yang bisa menyuruh itu dari prodi.
Kalau belakangnya managenmen sistem itu artinya aplikasi. Seperti gimana
caranya ilmu pengetahuan dibentuk online. Seperti wiki pedia atau LMS atau
kalifornia sejenis muddel. Perguruan
tinggi di indonesia hampir semuanya memakai muddel karena gratis, kalau beli LMS itu harganya bisa mencapai ratusan
juta. Ternyata yang gratisan sudah lengkap dan banyak digunakan juga perguruan
tinggi di luar negri. Dari pelatihan multimedia yang diadakan di semarang di
bawah lopertais ditanya yang punya e learning
siapa, ternyata dari 35 Perguruan tinggi islam yang memakai e learning STAI
MAFA itu nomer 2 yang nomer satu
Unisula. Di IAIN walisongo belum punya, sudah ada tapi baru percobaan oleh
orang perpustakaan. Jadi satu dosen sudah melakukan e learning itu sudah bagus
untuk ukuran sejawa tengan atau perguruan islam Swasta.
CMS itu adalah sistem untuk menejemen isi pembuatan webset, ada banyak
sekali. Yang open sos:
wordppres, joomla, turpal, aura CMS, dan lain sebagainya. Yang dipakai
di web set STAI MAFA itu memakai Wordppres. Karena sekarang yang premium
artinya yang membuat CMS itu sudah mulai ditinggalkan. Lebih enak
memakai word press atau joomla. Sampai ke lembaga-lembaga besar, gedung putih
aja pakainya touvel, Universitas indonesia juga menggunakan wordpress,
KPU menggunakan joomla. STAI MAFA itu tidak gengsi tapi
bangga memakai word press karena gratisan dan dipakai lembaga-lembaga tinggi
lain. Kalau memakai Blog, saat sekarang ini sudah ketinggalan zaman.
Kekurangan e learning STAI MAFA jika dibandingkan dengan UI, di sana (UI) e
learningnya sudah berjalan secara interaktif sekali, bahkan berita perkuliahan
libur disana (UI) tidak disampaikan melalui
sms tapi sudah menggunakan e lerning. Karena siswanya disana sudah banyak,
STAIMAFA siswanya masih sedikit maka jika menyampaikan pengumuman dirasa lebih
efektif menggunakan sms secara langsung. Kecuali untuk pengumuman
tertentu misalnya KKN, di STAI MAFA menggunakan e learning. E learning di STAI
MAFA kurang efektif karena dari segi
kuantitas mahasiswa dan kualitas jaringan masih jauh
tertinggal dari mereka.
Keefektifan e learning bisa
diukur bukan dari seberapa besar jumlah siswanya tapi dari seberapa aktif dosen
menggunakan e learning yang ada. Ketika mengikuti pelatihan propertais yang dipimpin orang IAIN (ketua
puskom IAIN) bapak Selamet MCom, bapak Azroi bertanya pada beliau: “ Pak kita
sudah mempunyai resos di internet banya sekali. Ada e mail, e
learning, websaid per UPT, tapi
bagaimana cara membangun intensifitas di STAI MAFA? Pokoknya kata kunci
efektif atau tidaknya e learning itu dari dosen makul masing-masing.
Perkembangan IT di Indonesia sudah
gencar tapi masyarakat kita belum siap, beda di Amerika. Kita konek internet itu untuk hal positif, ketika mahasiswa mencari tugas makalah
saja. Jadi masalah e learning bisa efektif karena Konstruk masyarakat kita
belum mapan masalah internet, tapi masih tetap ada/dibangun karena nilai akreditasinya tinggi. Ketika
ada akreditasi bisa mempengaruhi nilai.
Demikianlah hasil dari wawancara kami dengan bapak Azro`I sebagai
ketua UPT PUSKOM atas pendiskripsian e-learning STAIMAFA. Sehingga dapat kami
simpulkan bahwa elearning STAIMAFA sudah berdiri lama, namun hanya dimikili
beberapa dosen saja. Bahkan sudah disosialisasikan kesebagian mahasiswa. Jadi
Elearning staimafa sampai sekarang ini masih dikatakan proses perkembanagan,
karena masih banyak para dosen kurang mampu menguasai teknologi informatika. E
learning STAI MAFA tergolong sebagai pelengkap pembelajaran yang ada di kelas
karena belum sepenuhnya bisa mengganti pembelajaran yang dilakukan fece to face
(tatap muka). Harapan kami semoga e learning di STAI MAFA semakin maju dan
berkembang. Sejalan dengan perkembangan tekhnologi yang ada di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar